Rabu, 18 November 2009

sebagian kecil tentang saya

0 Comments

Saya. Aku. Adalah Kartina Dyah Aurora Pradika.

Biarkan saya menyombongkan sedikit hal yang sedikit dimiliki ini. Saya terlahir sempurna, pada tanggal 9 Maret 1990 di Yogyakarta. Itulah sebabnya mengapa saya selalu suka angka 9, angka 3 dan Yogyakarta. Sampai sekarang saya memiliki 4 adik dan mempunyai orang tua yang saya sayangi. Ibu sudah keluar dari tempat kerjanya dan sekarang hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Bapak bekerja di salah satu bank di daerah Sudirman, tapi karena dipercayakan oleh kantor, maka beliau pun ditugaskan ke luar kota, di Pekan Baru, Pulau Sumatra. Sampai sekarang adik-adik saya masih sekolah. yang paling kecil masih TK, yang ke-3 masih SD kelas 6, dan yang kembar masih SMP kelas 7. Mereka kembar cewek-cowok lho. Tapi wajah mereka benar-benar tidak mirip layaknya kembar identik lainnya. Mungkin karena perbedaan kelamin itulah yang menyebabkan mereka tidak mirip. Wah, coba mirip, saya mungkin tidak bisa membedakan yang mana yang cewek, yang mana yang cowok.

Anak ABG itu dikenal suka bergaul dengan banyak orang. Tapi tidak dengan saya. Mengapa saya berkata seperti itu?. Saya hanya tidak ingin terlalu terbawa pergaulan teman-teman yang agak melenceng dari kebiasaan saya. Saya sadari saya ini pemalu dan introvert. Dari dua sifat itu saja sudah menggambarkan bahwa saya itu bukan orang yang menyenangkan. Saya lebih suka menyendiri berada di dunia saya sendiri. Tapi bukan berarti saya tidak butuh siapa-siapa. Saya pun juga punya teman. Dan saya sangat menghargai mereka-mereka yang rela berteman dengan saya.

Saya ini termasuk orang yang suka menyia-nyiakan kesempatan. Dan selalu menyesal di akhirnya. Saya menyadari benar hal ini. Dan entah mengapa hal ini terlalu sering terjadi. Mungkin karena malas. Malas adalah musuh terbesar saya. Sebenarnya kalau mau ditelusuri lebih lajut, sifat jelek saya lebih banyak dari sifat bagus saya. Lagipula sifat bagus saya sedikit sekali. So sad.

Tidak ada hal yang abadi. Karena itulah saya suka fotografi . Karena dengan fotografi saya bisa mengabadikan beberapa moment penting. Kertas fotonya mungkin tidak akan awet sampai kiamat, tapi paling tidak, kita dapat mengingat moment itu kan?. Karena seiring dengan berjalannya waktu, kita mungkin akan lupa tentang apa yang terjadi, siapa saja yang terlibat, dan mengapa moment itu terjadi. Tapi sayangnya, mereka-mereka yang bisa disebut dengan fotografer adalah mereka-mereka yang memegang “kamera besar”. Kamera yang ukurannya seperti basoka, dengan megapixel yang amat mega, serta aneka lensa yang bermacam-macam jenisnya. Untuk saya yang hanya memegang kamera digital dengan 5 megapixel ini, saya hanya bisa disebut amatir kan? .

Saya juga sangat suka melihat orang berdebat. Bukan hanya debat masalah-masalah sepele, tapi masalah yang membuat otak ini berputar dan ikut berpikir. Karena dengan begitu saya pun juga ingin ikut mengemukakan pendapat dan membandingakan antara pengetahuan yang saya punya dengan mereka. Tapi terkadang saya terlalu dilema antara pendapat yang akan saya lontarkan dengan rasa pesimis saya. Saya terlalu pusing memikirkan apakah pendapat saya ini akan masuk akal nantinya. In fact, saya tidak pernah melontarkan pendapat tersebut oleh saya sendiri, terkadang saya lebih sering menyuruh teman untuk menjadi jubir saya . Okelah, saya bisa disebut pecundang kalau begitu.

Saya juga suka sekali berkeringat. Pekerjaan apapun yang membuat keringat saya keluar, saya sangat suka itu. Entah itu hanya menyapu, membersihkan kamar, atau bahkan olah raga, saya suka. Dan saya suka lari pagi pada hari sabtu. Saya sudah hampir 1 bulan melakukannya dan saya akan merawat kebiasaan itu. Karena untuk mahasiswa yang terlalu sibuk dengan tugas kuliah, lari pagi dan terkena sinar matahari adalah moment yang jarang-jarang saya dapatkan.

Tugas kuliah itu seperti bom waktu dan sangat mematikan karena dia mempunyai dewa kematian yang bernama DEADLINE. Dan seperti istilah bahasa inggrisnya yang artinya garis kematian, dia bisa tiba-tiba membunuh mu jika kau mengabaikannya. Itu yang terjadi padaku saat ini. Tugas ini. Mungkin kalau tumor, ini masih dikategorikan tumor jinak. Tapi tetap saja, yang namanya tumor itu harus dimusnahkan tapi tumor ini berbeda. Tumor ini akan menjadi ganas jika penulisan yang ku buat tidak mencukupi batas nilai.

Ya..mungkin hanya itu yang bisa saya sombongkan. Tidak terlalu banyak karena tidak banyak yang saya miliki. Terima kasih untuk pembaca yang telah rela membuang waktunya untuk membaca tulisan yang tidak terlalu penting ini. Salam sukses .



0 komentar: