Rabu, 30 Desember 2009

Deskripsi Organiasasi beserta Lingkungannya

0 Comments

Berangkat dari 2 pertanyaan simple tapi memiliki makna luas, membuat saya bingung harus memulainya dari mana. Hingga membuat saya tertegun lama untuk mengeksplorenya, jujur sampai membawa imajinasi ini untuk flash back pada pertemuan awal hingga akhir. Karena saya sadari, saya termasuk mahasiswa yang kurang aktif untuk berpendapat sehingga membuat saya minim data baik yang telah di ungkapkan teman-teman atau ungkapan diri saya sendiri meskipun belum sempat teraktuskan.

Alhamdulilah ternyata akal ini masih mau berkompromi dengan keinginan saya untuk mendapatkan nilai baik dalam mata kuliah ini. Akhirnya saya dapat mood yang baik untuk memulainya dengan berupaya sepenuh hati menjelaskan definisi, unsure, lingkup, hubungan, jenis, proses atau dinamika, serta yang mempengaruhinya baik dari unsure secara langsung ataupun tidak. Dan yang membuat saya lebih bersemangat adalah kebebasan untuk dapat mengeksplorenya dengan bahasa sendiri, sebelumnya saya hendak mengucapkan terima kasih bu atas kesempatan ini.

Definisi organisasi ialah sekelompok manusia yang terkait satu sama lain dalam suatu kerja sama karena adanya kesadaran akan ikatan persamaan di antaranya ; latar belakang yang menyangkut akan kebutuhan, pola berpikir, dan harapan dari sebuah tujuan nyata yang hendak di raih. Sehingga membentuk sebuah wadah untuk dapat merealisasikannya dengan suatu kesepakatan bersama, yang memiliki peraturan di dalamnya baik pola yang di gunakan maupun fungsi masing-masing personal, dan dengan adanya fungsi tersebut berimplikasi pada munculnya statifikasi yang akan di percayakan untuk menjadi perwakilan sebagai pemimpin yang akan mempertanggung jawabkan semua dalam prosesnya. Kurang lebih seperti itu definisi yang saya peroleh dari ringkasan catatan pemahaman saya atas fenomena organisasi. Karena di dalam organisasi mencangkup beberapa unsure di antaranya :

 Adanya personal-personal yang menyadari kebutuhannya tak dapat di penuhi hanya seorang diri
 Adanya kesamaan tujuan pada masing-masing personal
 Muncul beberapa kesepakatan yang akhirnya menjadi sebuah peraturan
 Adanya fungsi pada masing-masing personal
 Dipercayakannya salah satu di antaranya untuk menjadi pemimpin untuk mengelolanya
 Adanya bahan pendukung

Batasannya terletak pada masing-masing unsure yang di butuhkan oleh organisasi tersebut untuk dapat mencapai tujuannya, contohnya ; jika suatu organisasi social hendak membuat acara bakti social di wilayah “ x “ dan membutuhkan dana sekian, maka hal tersebut haruslah sesuai dengan pperencanaan awal karena jika tidak maka akan memungkinkan adanya penyalahgunaan wewenang baik secara structural vertical maupun horizontal.

Dan jika di lihat lebih jauh maka bagi seorang pemimpin sangatlah sukar untuk mengelola organisasi, oleh karena itu di butuhkan pengetahuan yang relevan agar proses pencapaian tujuan lebih efektif dan efisien. Dan di sinilah letak keterkaitan antara organisasi dengan managemannya. Karena proses kegiatan tersebut termasuk dalam kegiatan manageman di antaranya ;
 Perencanaan
 Pengorganisasian
 Motivasi
 Pengendalian

Di harapkan dari berbagai kegiatan tersebut dapat mengelola segala aspek pendukung menjadi lebih bermanfaat yang tepat sasaran. Agar sumber pendukung tersebut tidak bersifat mubazir. Atau bahkan bukan tidak mungkin hal itu dapat mengalami perubahan dalam dinamikanya yang juga mengancam tercapainya cita-cita organisasi tersebut. Hal ini di karenakan menyangkut banyak bahan pendukung di antaranya ;
 Personal sebagai anggota organisasi
 Dana sebagai alat pergerakan
 Bahan material sebagai salah satu infrastruktur
 Mesin atau alat yang membantu pekerjaan lebih efektif dan efisien
 Metode yang di gunakan
 Medan yang di tempuh sebagai obyek ( pasar )

Oleh karena itu di sanalah arti penting sebuah system manageman yang di gunakan amat menentukan maju atau mundurnya sebuah organisasi. Namun terdapat perbedaan-perbedaan system manageman yang di gunakan hal ini di pengaruhi oleh orientasi organisasi itu sendiri.

Dan jika berbagai aspek di atas tidak di fokuskan dengan benar maka akan mempengaruhi dinamika proses organisasi itu sendiri, akan tetapi semua item pendukung tersebut akan berarah pada satu tujuan yang di sepakati sebagai visi yang hendak di realisasikan dalam organisasi tersebut. Dan dengan visi serta metode itulah yang dapat membedakan jenis yang satu dengan jenis organisasi lain.

Berikut kesimpulan yang sifatnya saya secara pribadi ;
Organisasi merupakan kumpulan individu yang memiliki beragam persamaan hingga hendak meraih tujuan bersama dan dalam proses pencapaiannya terdapat pembagian wewenang lebih besar kepada orang tersebut yang di tunjuk sebagai pemimpin organisasi yang kemudian memiliki peraturan untuk menjadikan anggotanya tetap konsisten pada latar belakang dan tujuan yang hendak di capai.

Dan berikut ciri pokok sebuah organisasi yang tergolong dalam citra baik dan buruk, berikut perbedaannya ;
Cirri organisasi baik :
1. System manageman yang di gunakan sesuai dengan orientasi organisasi itu sendiri.
2. Sikap tanggap terhadap kondisi up date, baik itu yang dapat mengancam maupun membangun perkembangan dapat di sikapi dengan tepat dan cepat.
3. Tingkat pengendalian antar sumber pendukung baik unsure maupun sarana pendukung bersifat tegas dan adil tanpa adanya penyalahgunaan.
4. Tentu memiliki sdm dengan kualitas yang baik bukan hanya kuantitasnya saja, selain itu juga memiliki generasi berikutnya sebagai pertahanan perjuangan nilai organisasi tersebut.
Cirri organisasi kurang baik ;
1. Organisasi kurang mapan / mampu melakukan reproduksi produk yang di tawarkannya ke pasar.
2. Dalam memilih alternative strategi ataupun pencitraan di berbagai media tidak tepat dengan pasar maupun konteks yang melingkupinya.
3. Dalam menghadapi permasalahan internal / konflik, manageman penyelesaiannya minim solusi.
4. Penataan peran kurang sesuai dengan karakter personal, kebutuhan organisasi secara makro maupun mikro serta keterkaitannya dengan keadaan organisasi saat itu.
5. Melemahnya tingkat inofasi di berbagai kalangan anggota organisasi.
6. Menurunnya motifasi anggota hingga berpengaruh pada kinerja perkembangan makro.

0 komentar: